RENSTRA

RENCANA STRATEGIS PERPUSTAKAAN STAIN CURUP 

TAHUN 2016-2019

 A.       PENDAHULUAN

 Rencana Strategis (Renstra) secara umum dapat difahami sebagai panduan, mengenai apa yang menjadi cita-cita bersama, bagaimana mencapai cita-cita tersebut, serta apa yang dipakai sebagai tolok ukur keberhasilan dari upaya merealisasikan hal tersebut. Tentu, dalam memilih strategi dan menentukan indikator keberhasilan, Perpustakaan STAIN Curup perlu mempertimbangkan dengan cermat nilai dasar, kondisi internal dan eksternal, dan sebagainya.

Rencana Strategis (Renstra ) Perpustakaan STAIN Curup  Tahun 2016-2019 diberi tema “Knowledge and Information Centre”. Renstra ini disusun dalam rangka akselerasi transformasi Perpustakaan STAIN Curup dari good menjadi great management pada tahun 2019.

Dalam tiga tahun ke depan, Perpustakaan STAIN Curup diharapkan mampu menempatkan dirinya sebagai bagian dari kelompok “Perpustakaan Standar dan Berlaku Global”. Perpustakaan STAIN Curup, sebagai flag library of the Islamic Institution, di masa datang diharapkan menjadi tolok ukur (hub) pengembangan tradisi perpustakaan di tingkat nasional, regional maupun internasional. Selain itu, Perpustakaan STAIN Curup dapat pula berperan sebagai trend-setter yang sangat berarti dalam pengembangan ilmu pengetahuan melalui penyelenggaraan Tri dharma Perguruan Tinggi. Lebih dari itu, perpustakaan ini dapat pula menjadi penggerak (energizer) efektif bagi upaya membangun peradaban bangsa.

 B.       LANDASAN PEMIKIRAN

Sejalan dengan 3 pilar Kebijakan Umum Arah Pengembangan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Curup 2016-2020, yaitu 1) Pemerataan dan perluasan aset; 2) peningkatan mutu, daya saing dan relevansi; dan 3) Penguatan tata kelola, akuntabilitas dan pencitraan publik, maka upaya akselerasi transformasi Perpustakaan STAIN Curup akan difokuskan pada:

  1. Terwujudnya integrasi Perpustakaan STAIN Curup dari multi-layanan menjadi satu kesatuan Perpustakaan STAIN Curup;
  2. Terselenggaranya layanan berbasis internet dengan pengembangan dan pengelolaan pengetahuan (knowledge creation and knowledge management) melalui penerapan prinsip-prinsip organisasi pusat pembelajaran (learning central organization),
  3. Terwujudnya Perpustakaan STAIN Curup sebagai enterprising library dengan perolehan nilai tambah dari hasil kegiatan pelayanan sumber daya informasi, dan peningkatan mutu layanan.
  4. Terwujudnya standar kerja yang efektif dan efisien menuju pencapaian visi perpustakaan sebagai lembaga yang prospektif dan produktif.

Rencana Strategis Perpustakaan STAIN Curup periode 2016-2019 didasarkan atas Kebijakan Umum Arah Pengembangan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Curup 2016-2020, serta visi Perpustakaan STAIN Curup untuk menjadi Perpustakaan sebagai pusat pengetahuan dan informasi (Knowledge and Information Centre). Visi tersebut telah dicanangkan Perpustakaan STAIN Curup di tengah-tengah landscape perubahan kebutuhan sumber daya informasi di Indonesia. Demokratisasi dan pergeseran peran perpustakaan menuntut daya kreativitas dunia perpustakaan untuk mampu meningkatkan otonomi perpustakaan dan otonomi pengelolaan organisasinya.

C. FALSAFAH DAN PRINSIP DASAR

Renstra tidak akan dapat dilakukan tanpa pemahaman yang baik mengenai falsafah dan prinsip dasar yang dianut oleh sivitas akademika STAIN Curup. Falsafah dan prinsip dasar yang memuat landasan dasar pijakan untuk berpikir, bersikap dan aktivitas strategi yang akan dilakukan. Selain itu juga, falsafah dan prinsip dasar ini memuat petunjuk dasar untuk mengembangkan interaksi baik yang bersifat internal (di dalam lingkungan Perpustakaan) atau dengan pihak-pihak luar yang terkait dengan perpustakaan. Perpustakaan akan dikembangkan dengan mengikuti nilai, falsafah dan prinsip-prinsip dasar sebagai berikut:

  • Integritas dan etika pelayanan sebagai pemersatu dan penentu arah pengembangan STAIN Curup;
  • Keterbukaan intelektual, objektivitas dan kebebasan berfikir;
  • Kejujuran dan toleransi;
  • Keunggulan dalam pengembangan layanan perpustakaan;
  • Kreativitas dan inovasi sistem layanan yang dipergunakan untuk kemanfaatan masyarakat, bangsa dan kemanusiaan;
  • Kemauan bekerjasama dan kolegialitas di antara komunitas perpustakaan;
  • Kemauan belajar dan berani melakukan perbaikan terhadap kekeliruan yang dilakukan;
  • Efisiensi dan efektivitas dalam manajemen;
  • Perencanaan kebijakan strategis yang inklusif dan terbuka;
  • Akuntabilitas dan transparansi;
  • Ketaatan pada aturan, prosedur dan waktu dalam penerapan/mengimplementasikan kebijakan;

D. PERMASALAHAN POKOK

1. Sumber Daya Manusia

Persoalan klasik yang senantiasa membayangi keberhasilan peningkatan keunggulan kompetitif setiap organisasi adalah daya dukung sumber daya manusia. Lebih jelasnya dapat dikatakan bahwa sekat antara petugas menjadi kendala untuk menyusun rencana pengembangan sumber daya manusia perpustakaan. Berdasarkan keadaan saat ini yang bekaitan dengan SDM dapat digambarkan sebagai berikut :

  • Kelemahan :

- Kurangnya kualitas dan kuantitas SDM tingkat ahli dan terampil berkaitan dengan tugas dalam kegiatan kepustakawanan;
- Kemampuan dengan pola kerja yang tak terukur;

  • Kekuatan :

- Memiliki semangat kerja yang baik;
- Memiliki kerja sama yang baik;

  • Peluang :

- Tersedia beberapa kesempatan pelatihan dan pendidikan kepustakawanan;

  • Ancaman :

- Persaingan peran dalam mewujudkan keunggulan perpustakaan;

  • Analisa
  1. Dengan peluang yang tersedia akan mampu mengatasi kelemahan yang dimiliki;
  2. Acaman yang mungkin terjadi akan dapat diminimalisir dengan menambahkan kemampuan profesionalitas kepada kekuatan yang     ada;

2. Manajemen Perpustakaan

Manajemen perpustakaan ini membutuhkan daya dukung berupa restrukturisasi organisasi perpustakaan dan kesiapan penataan sumber daya manusia (SDM).

Struktur organisasi perpustakaan diarahkan untuk menyesuaikan dengan perkembangan layanan perpustakaan. Dengan restrukturisasi ini diharapkan langkah integrasi semakin mantap. Langkah integrasi harus sejalan dengan kepastian bahwa setiap bagian siap dengan berbagai prosedur kerja yang standar sehingga pelayanan di perpustakaan dapat berjalan secara optimal. Langkah untuk memantapkan manajemen perpustakaan dibutuhkan sarana evaluasi yang mapan. Salah satu bentuk sarana yang akan diwujudkan adalah prosedur operasianal standar. Keadaan saat ini yang bekaitan dengan Manajemen perpustakaan dapat digambarkan sebagai berikut:

  • Kelemahan:

- Struktur organisasi dan fungsinya berjalan yang kurang efektif;
- Fungsi manajerial perpustakaan kurang berjalan;
- Belum ada standar operasional kerja yang terukur;

  • Kekuatan:

- Memiliki otonomi pengawasan dan restrukturisasi organisasi dari pusat;

  •  Peluang:

- Terdapat contoh-contoh organisasi perpustakaan lain yang baik yang terbuka untuk kegiatan benchmarking;

  • Ancaman:

- Kepercayaan pihak pendukung kegiataan perpustakaan akan berkurang;

  • Analisa:
  1. Dengan peluang yang tersedia akan mampu mengatasi kelemahan yang dimiliki;
  2. Acaman yang mungkin terjadi akan dapat diminimalisir dengan memanfaatkan kekuatan yang dimiliki, mewujudkan restrukturisasi perpustakaan dan membuatan standar operasional kegiatan yang disosialisasikan;

3. Manajemen dan Organisasi Sumber Daya Informasi

Langkah untuk meningkatkan prinsip layanan informasi yaitu temu kembali informasi secara cepat dan tepat serta untuk menyediakan sumber daya informasi yang bernilai riset/ilmiah, maka dikembangkan berbagai bentuk layanan. Keadaan saat ini yang bekaitan dengan Manajemen dan organisasi sumber daya informasi dapat digambarkan sebagai berikut:

  • Kelemahan:
    • Tidak adanya kebijakan pengembangan koleksi tertulis;
    • Proses pengadaan yang kurang efektif dan efisien;
    • Belum ada tim khusus memersiapkan dan mengukur kebutuhan pemustaka terhadap sumber daya informasi
  • Kekuatan:
    • Memiliki anggaran khusus untuk pengembangan sumber daya informasi tiap tahun;
    • Mengolahan sumber daya informasi telah dilakukan dengan sistem otomasi dengan membangun data base standar.
  • Peluang:
    • Pihak perpustakaan mampu menyusun kebijakan pengembangan koleksi tertulis;
    • Terdapat organisasi perpustakaan lain yang dapat diajak bekerja sama;
    • Proses pengadaan diserahkan kepada pihak perpustakaan;
  • Ancaman:
    • Pencapaian pemenuhan kebutuhan pemustaka akan sumber daya informasi yang tidak mencukupi
  • Analisa:
  1. Dengan peluang yang tersedia akan mampu mengatasi kelemahan yang dimiliki;
  2. Acaman yang mungkin terjadi akan dapat diminimalisir dengan memanfaatkan kekuatan yang dimiliki, membuat kebijakan pengembangan koleksi tertulis, kepercayaan pusat kepada tim perpustakaan dalam hal pengadaan, dan adanya jalinan kerjasama dengan perpustakaan lain;

4. Gedung dan Sarana Perpustakaan

Letak dan ruang serta sarana yang memadai untuk berbagai layanan yang dikembangkan oleh perpustakaan harus disediakan dengan melihat skala prioritas. Keadaan saat ini yang bekaitan dengan gedung dan sarana perpustakaan dapat digambarkan sebagai berikut:

  • Kelemahan:
    • Gedung yang masih kecil dengan ruang koleksi dan baca serta beberapa layanan yang tidak memadai maupun belum ada;
    • Rak koleksi, meja dan kursi baca yang kurang;
    • Koleksi yang ada tidak dapat ditempatkan di rak pelayanan;
  • Kekuatan:
    • Memiliki anggaran khusus untuk pengembangan gedung dan sarana perpustakaan;
  • Peluang:
    • Pihak pusat memberikan anggaran yang memadai untuk kebutuhan pengembangan gedung dan sarana perpustakaan;
  • Ancaman:
    • Pencapaian temu kembali sumber daya informasi bagi pemustaka tidak dapat dipenuhi dengan baik;
  • Analisa:
  1. Dengan peluang yang tersedia akan mampu mengatasi kelemahan yang dimiliki;
  2. Acaman yang mungkin terjadi akan dapat diminimalisir dengan dengan memanfaatkan kekuatan yang dimiliki serta memberikan anggaran yang memadai untuk kebutuhan pengembangan gedung dan sarana perpustakaan;

5. Penganggaran dan Keuangan

Sistem Penganggaran yang mencerminkan kekuatan pencapaian visi dan misi perpustakaan dikembangkan secara siknifikan dengan mengukur kebutuhan  pengembangan. Selain perpustakaan masih tergantung dengan kebijakan lembaga induk mengenai besaran anggaran yang diberikan, perpustakaan secara mandiri mengembangkan bentuk kegiatan mendukung penguatan sumber dana mandiri. Keadaan saat ini yang bekaitan dengan penganggaran dan keuangan dapat digambarkan sebagai berikut:

  • Kelemahan:
    • Anggaran yang masih tergolong kecil untuk pengembangan dan pemeliharaan perpustakaan;
    • Belum ada ukuran baku untuk menilai kebutuhan pengembangan dan pemeliharaan perpustakaan;
  • Kekuatan:
    • Memiliki kesempatan untuk mencari sumber pengganggaran dan keuangan swadaya tambahan dengan cara yang sesuai dan wajar;
    • Membentuk tim khusus untuk audit kebutuhan dan mengidentifikasi kemungkinan mendatangkan sumber dana dan keuangan bagi perpustakaan.
  • Peluang:
    • Pihak pusat memberikan anggaran yang memadai untuk kebutuhan pengembangan dan pemeliharaan perpustakaan;
    • Pihak lain yang mungkin dapat bekerja sama dengan pihak perpustakaan dengan cara yang wajar dan sesuai untuk memperoleh sumber dana dan keuangan dengan tujuan dipergunakan untuk mebutuhan pengembangan dan pemeliharaan perpustakaan;
  • Ancaman:
    • Pencapaian pengembangan dan pemeliharaan perpustakaan dan sumber daya informasi bagi pemustaka tidak dapat dilakukan dengan baik;
  • Analisa:
  1. Dengan peluang yang tersedia akan mampu mengatasi kelemahan yang dimiliki;
  2. Acaman yang mungkin terjadi akan dapat diminimalisir dengan memanfaatkan kekuatan yang dimiliki, memberikan anggaran yang memadai untuk kebutuhan pengembangan dan pemeliharaan perpustakaan, serta jalinan kerja sama yang menguntungkan dalam hal memperoleh sumber dana dan keuangan;

7. Promosi

Peningkatan keberadaan dan peran perpustakaan tak terlepas dari  bagaimana pihak-pihak luar termasuk pemustaka mengetahui, mengenal dan membutuhkan produk-produk yang diciptakan dan disediakan oleh perpustakaan. Semakin banyak pihak yang mengenal maka semakin meningkat daya kreatifitas dan nilai perpustakaan. Kegiatan yang menunjang dalam hal ini adalah promosi. Promosi dapat dilakukan dengan beberapa cara antara lain dengan mengadakan perlombaan, menyediakan lembaran bentuk dan prosedur layanan, mengadakan pameran, dan lain-lain. Keadaan saat ini yang bekaitan dengan promosi dapat digambarkan sebagai berikut:

  • Kelemahan:
    • Kurangnya kreatifitas pustakawan untuk mempromosikan diri;
    • Belum ada produk khusus perpustakaan yang dapat dipamerkan;
  • Kekuatan:
    • Memiliki kesempatan untuk berkreasi;
    • Membentuk tim khusus untuk audit kebutuhan dan mengidentifikasi kemungkinan menciptakan produk yang unggulan menarik;
  • Peluang:
    • Pihak pusat memberikan anggaran yang memadai untuk kebutuhan promosi dan penciptaan produk;
    • Pihak lain yang mungkin dapat bekerja sama dengan pihak perpustakaan dengan cara yang wajar dan sesuai untuk menghasilkan produk yang menarik;
  • Ancaman:
    • Pencapaian promosi dan keterpakaian produk tidak dapat diwujudkan dengan baik;
  • Analisa:
  1. Dengan peluang yang tersedia akan mampu mengatasi kelemahan yang dimiliki;
  2. Acaman yang mungkin terjadi akan dapat diminimalisir dengan berkreasi, serta dengan audit kebutuhan dan mengidentifikasi kemungkinan menciptakan produk yang menarik;

8. PENCAPAIAN DAN INDIKATOR

Strategi pencapaian untuk 3 (tiga) tahun kedepan (2013-2016) dilakukan berdasarkan 3 (tiga) tahapan.

TAHAPAN PERTAMA (TAHUN 2016/2017)

Tahapan ini dapat dikatakan sebagai tahapan pengkondisian dan integrasi pada perguruan tinggi.  Hal ini penting dilakukan mengingat setiap perubahan perlu dilakukan langkah-langkah persiapan agar rancangan dan implementasinya sesuai dengan yang diharapkan.

Selain itu pada tahap ini juga menekankan pada aspek layanan (pengorganisasian dan pendayagunaan koleksi bahan pustaka/sumber informasi), penataan organisasi dan pengembangan pendanaan perpustakaan serta membangun pengembangan SDM yang berkelanjutan

Adapun indikator keberhasilan rencana pada tahun ini adalah :

  1. Terbentuknya rancangan renstra 3 tahun ke depan.
  2. Renstra 3 tahun ke depan yang sudah disetujui oleh lembaga pusat.
  3. Terlaksananya kegiatan-kegiatan sosialisasi Renstra dan pembagian tugas dalam organisasi perpustakaan melalui beberapa pertemuan internal.
  4. Susunan standar kerja tiap kegiatan yang tersusun dalam sebuah pedoman pelaksanaan pelayanan perpustakaan.
  5. Perencanaan pengembangan SDM secara berlanjut baik melalui pelatihan internal maupun pengiriman SDM untuk mengikuti pelatihan dan/atau pendidikan di bidang perpusdokinfo.
  6. Perencanaan pembenahan sistem layanan dan sistem organisasi dan manajemen sumber daya informasi dan perpustakaan sesuai dengan profesionalitas kepustakawanan.
  7. Laporan hasil penilaian sistem layanan.
  8. Perencanaan sistem struktur organisasi yang baru.
  9. Laporan hasil penilaian sistem struktur organisasi yang baru.
  10. Perencanaan sistem pengelolaan dana yang baru.
  11. Laporan evaluasi sistem pengelolaan dana yang baru.

TAHAPAN KEDUA (TAHUN 2017/2018)

Pada tahap ini perpustakaan menekankan pada aspek manajemen informasi, pemasyarakatan perpustakaan, dokumentasi dan informasi dan integrasi layanan yang nantinya melibatkan ukuran tiap kegiatan.

Pada tahap ini juga memperhatikan pengembangan layanan dan pengkajian perpustakaan, dokumentasi dan informasi dalam rangka memperhatikan perkembangan karir pustakawan

Adapun indikator keberhasilan rencana pada tahun ini adalah:

  1. Penerapan sistem organisasi dan manajemen sumber daya informasi dan perpustakaan sesuai dengan profesionalitas kepustakawanan.
  2. Penerapan sistem pelayanan di perpustakaan berdasarkan standar operasional yang terukur.
  3. Laporan rencana digitalisasi lokal konten.
  4. Bentuk digital lokal konten.
  5. Terbentuk kelompok pustakawan dan sekretariat internal yang berkaitan dengan prestasi kerja jabatan pustakawan.
  6. Laporan rencana pembuatan terbitan jurnal kepustakawanan.
  7. Diterbitkannya jurnal kepustakawanan.
  8. Disetujuinya mata kuliah tertentu di bidang perpusdokinfo yang memungkinkan pustakawan memberikan materi perkuliahan.

TAHAPAN KETIGA (TAHUN 2018/2019)

Tahapan ini menitikberatkan pada aspek-aspek kerjasama perpustakaan, pengembangan profesi, dan penunjang kegiatan kepustakawanan.

Tahapan ini juga menitikberatkan pada pengembangan gedung dan infrastruktur lainnya, dan evaluasi untuk merancang Rentra berikutnya.

Adapun indikator keberhasilan rencana pada tahun ini adalah:

  1. Pembangunan pengembangan tempat layanan perpustakaan dan pengadaan sarana infrastruktur pendukung.
  2. Laporan rencana kerjasama pada hal-hal yang memungkinkan dengan lembaga informasi lainnya.
  3. Terjadi kesepakatan kerjasama dengan lembaga informasi lainnya.

 

Curup,    Juli 2016.

Kepala,

Rhoni Rodin, S.Pd.I., M.Hum

NIP. 197801052003121004